/ sekolah

Bimbingan Belajar di Era Digital

Sejak launchingnya Jaringan IDN pada bulan Maret tahun 2018, sudah banyak lembaga pendidikan yang bergabung dengan jaringan IDN, mulai dari jenjang TK sampai dengan Universitas, Pondok Pesantren dan Lembaga Bimbingan Belajar. Banyak hal yang melatarbelakangi lembaga pendidikan tersebut untuk pada akhirnya bergabung bersama jaringan IDN. Kali ini, kami fokuskan pada lembaga bimbingan belajar, yang kian tahun kian marak, mulai dari yang konvensional, seperti pembelajaran tatap muka bertemu dengan tutor di kelas, sampai pada bimbingan belajar modern, yang pembelajarannya bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Penasaran kan?

Yuk ikuti perjalanan digitalisasi bimbingan belajar mereka di bawah ini!

Language Center atau yang biasa dikenal dengan LC, merupakan salah satu lembaga kursus bahasa inggris terbaik yang terletak di kampung inggris Pare, Kediri. Lembaga yang didirikan pada bulan Agustus tahun 2015 ini telah bergabung dengan jaringan IDN sejak November tahun 2017, bahkan sebelum launching resmi IDN. Harapannya selain dapat memudahkan calon member yang akan masuk di lembaga bimbel, juga menjadi pijakan bagi lembaga untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Tidak bisa dipungkiri, jika saat ini lembaga bimbingan belajar, khususnya dengan nama Kampung Inggris, semakin banyak bahkan sampai ke luar pulau. Namun hal ini tidak menjadi penghambat untuk LC, karena terus menerus melakukan inovasi sesuai perkembangan jaman. Dimulai dari pembayaran online yang telah dilaksanakan bersama jaringan IDN sampai diluncurkannya pembelajaran online bahasa inggris pada awal bulan Oktober kemarin. Sampai saat ini pun sudah banyak peserta yang mendaftar pada bimbel online LC tersebut.

“Jadi sekalipun di tempat lain ada Kampung Inggris, LC tetap tidak merasa tersaingi karena masing-masing memiliki culture yang berbeda. LC juga sudah launching pembelajaran online bahasa inggris, semacam ruang guru dan sudah memiliki peserta yang mendaftar. Start pembelajaran di minggu kedua bulan Oktober”, jawab Pak Frandi. Ketika ditanya tanggapannya mengenai revolusi 4.0 dan persaingan khususnya di dunia bimbel dengan munculnya startup-startup pendidikan, “di era sekarang, perlu menyukai kompetisi karena jika tidak mengikuti kompetisi, bimbel tidak akan bisa bertahan”, tambahnya.

Tidak jauh berbeda dengan LC, Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy yang menyediakan program belajar aqidah islam secara online juga sangat terbuka terhadap era digitalisasi. Bagaimana tidak, program belajar aqidah islam yang diasuh langsung oleh Ust. Dr Abdullah Roy MA, yang pernah mengajar di masjid Nabawi ini, telah memiliki kurang lebih 50.000 anggota aktif dari seluruh negara dengan mayoritas warga negara indonesia yang bertempat tinggal atau bekerja di luar negeri. Lembaga yang didirikan pada tahun 2013 dan berkantor di Jogja ini, bisa dibilang sebagai pionir dalam ujian dan pembelajaran online. Banyak lembaga atau perseorangan yang membuat grup pembelajaran online layaknya HSI, namun belum memiliki ujian online di dalamnya, yakni menggunakan website. Jika pun ada, secara tata tertib belum begitu mengikat seperti yang telah dilaksanakan di HSI Abdullah Roy. Kelebihan lainnya yakni dikeluarkannya ijazah atau yang seringkali disebut syahadah bagi peserta yang telah mengikuti pembelajaran dan mengerjakan ujian dalam 1 silsilah.

Last but not least, yakni bergabungnya lembaga bimbingan belajar pertama di Surabaya, LBB Plankton, yang beralamat di Jl. Simo Kalangan I No. 30, Sukomanunggal. Menjadi bukti bahwa di era digitalisasi ini dengan munculnya berbagai macam startup pendidikan, semuanya saling membawa dampak perubahan satu sama lain. Lembaga yang didirikan pada tahun 1999 ini resmi bergabung dengan IDN pada tanggal 18 September 2019. Beginilah jawaban dari Bapak M. Lutfi sebagai owner dari lembaga bimbel ini ketika ditanya tanggapan beliau mengenai persaingan di dunia bimbel dengan munculnya startup-startup pendidikan, “mula-mula dunia ini (lembaga bimbel) mungkin hanya sebatas opini, kebutuhan sekunder. Namun dengan adanya startup-startup, menambah keyakinan masyarakat, bahwa kami itu dibutuhkan. Jadi bisa membantu kami untuk berinovasi. Jika sudah nyaman, tidak terganggu dengan kompetitor, maka akan vakum, tidak ada inovasi apapun, namun jika terganggu oleh hal tersebut maka kita akan melakukan perubahan. Selanjutnya, rejeki bukan mereka yang mengatur, banyak cara Allah mengalirkan rezeki pada kita. Bimbel online, layaknya ruang guru ataupun yang lain, akan berbeda dengan pembelajaran secara langsung, tidak akan senikmat ketika bertemu dengan gurunya, belum termasuk biaya yang harus dikeluarkan yang biasanya besar”.

Pada tahun 2014, LBB Plankton mengambil pola kerjasama dengan sekolah-sekolah, melihat persaingan yang cukup besar sedang lembaga tidak memiliki pasukan yang cukup kuat. Ke depan, LBB Plankton juga akan membuka outlet-outlet kecil yang dapat diisi oleh 12 kursi di masing-masing outlet. Program ini akan bekerjasama dengan perseorangan atau rumah tangga, hanya dengan menyediakan 1 kamar untuk dijadikan kelas dengan konsep yang unik. Tidak hanya membawa inovasi bagi LBB, namun juga turut membantu penghasilan warga sekitar.

Tujuan sekaligus harapan bergabungnya LBB ini bersama jaringan IDN, yakni untuk menawarkan solusi dan alternatif, mengingat perkembangan jaman yang semakin pesat dan serba digital, maka Bapak Lutfi selaku owner dari LBB juga tidak ingin tidak memberikan pilihan digital terhadap pengguna jasa lembaga bimbelnya. “Jangan sampai ada yang tidak suka dengan kita karena ketinggalan jaman, belajar online, try out online, bahkan pembayaran online, kami juga sediakan sebagai alternatif”, pungkas Pak Lutfi.

“Pesan terhadap bimbel lain mengenai digitalisasi, sebagai pemilik atau owner, harus punya mindset untuk terus memperbaiki diri, adaptif dan jangan kolot, karena sebenarnya bukan seberapa besar visi kita, namun lebih ke seberapa lincah kita menghadapi perubahan era. Karena di bidang pendidikan, itu merupakan bidang yang paling lama sepanjang hayat, jadi sudah pasti akan banyak bidang pendidikan baru di masa yang akan datang. Terimakasih untuk IDN, kami lakukan integrasi dengan lancar, developnya juga lancar. IDN Bagus!” (Bapak Frandi, Digital Marketing Language Center)

“Memanfaatkan teknologi untuk kemajuan adalah sebuah keharusan, sementara inovasi itu dibutuhkan untuk terus ditingkatkan dalam memberikan pelayanan yang terbaik, baik dari administrasi maupun pembelajaran, jadi mengurangi gangguan peserta agar lebih mudah dalam menerima pembelajaran maupun melakukan kewajiban administrasi seperti pembayaran. Sayangnya di IDN belum ada channel ke luar negeri, jadi ketika ada grup yang dari luar negeri ingin mengirimkan uang ke Indonesia masih agak kesusahan. Jika IDN mau go international, dan mau melayani untuk orang-orang Indonesia yang ada di luar, maka menjadi PR besar untuk menambah jaringan ke channel luar. Perlu Perbaikan Lebih Bagus Lagi!” (Bapak Agus, Sekretaris Yayasan dan Bagian IT HSI Abdullah Roy)

“Karena saya ada di kedua belah pihak, guru sekolah dan pemilik bimbel, agar tidak lupa mengenai perbedaan bahwa bimbel diajarkan untuk mengerjakan soal dengan cepat dan tepat, namun sekolah adalah mendidik. Saya berharap yang ikut bimbel tujuannya adalah untuk membantu kekurangan di sekolah. Di sekolah adalah pendidikan yang utama, diajarkan akhlak, karakter, sehingga jika siswa ikut bimbel maka tetaplah punya komunikasi yang baik dengan guru, jangan sampai puas di bimbel lalu melupakan gurunya. Terkait digitalisasi pendidikan, teruslah berinovasi, berikan solusi. Terimakasih IDN”. (Bapak M. Lutfi, Owner LBB Plankton, Surabaya)

Jadi, ingin jadi sekolah kekinian? Ingin bayaran pendidikan dimana saja dan kapan saja? Yuk, gabung Jaringan IDN!!

.#JaringanIDN
.#BayarSPPOnline
.#BayarBimbelOnline
.#BayarKuliahOnline
.#BayarMondokOnline
.#SekolahKekinian
.#SekolahHits
.#FinancialTechnology