Makna Lebaran di Tengah Pandemi

Lebaran adalah momen dimana keluarga dan sanak saudara berkumpul bersuka cita untuk menyambut kemenangan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT setelah menyelesaikan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan lamanya. Setiap orang memaknai momen ini pastinya berbeda-beda. Ada yang memaknainya dengan cukup berkumpul bersama, ada juga yang sampai ziarah ke tempat ahli kubur leluhurnya yang sudah mendahului kita. Dan masih banyak lagi makna lebaran lain dari setiap keluarga.

Bagi saya, makna lebaran kali ini walaupun di masa pandemi, saya dan keluarga masih bisa berkumpul lengkap di kampung halaman. Berbagi suka cita pengalaman selama menjalani kehidupan di tempat perantauan, saya ceritakan dengan ceria dan penuh semangat.  Mulai dari pengalaman berpuasa disaat pembatasan sosial sudah digalakkan oleh masyarakat sekitar. Sebagian besar aktivitas dipusatkan di daerah tempat tinggal. Tentunya tidak mengurangi esensi kebersamaan dengan keluarga yang berada di kampung halaman. Saya masih bisa video call, sekedar menanyakan bagaimana kondisi keluarga di sana. Ada kejadian menarik tidak, dan lain lain. Semua itu, menjadi momen yang cukup mengesankan selama menjalani puasa di tempat perantauan. Tidak lupa di sesi sesi cerita itu, gelak tawa pun begitu mewarnai kebersamaan kita sehingga menambah kehangatan saat berkumpul.

Selain itu, tradisi makan ketupat bareng, takbiran bareng, tadarusan bareng, dan masak-masak bareng pun masih melekat di keluarga saya. Saya pun sangat bahagia dengan momen-momen ini. Di akhir, kami adakan sesi nasihat satu sama lain. Saya mengingatkan adik dan kakak saya, begitupun mereka sebaliknya, untuk selalu kompak di keluarga ini. Segala permasalahan jika sulit untuk dipecahkan sendiri, di ceritakan satu sama lain agar dapat solusi yang bisa menenangkan diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Komunikasi antara satu dengan yang lain yang harapannya bisa terus terjalin. Saling mengingatkan agar keluarga kami ini bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. Tak lupa, kami melakukan doa bersama agar keluarga kami ini tetap mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Sejujurnya lebaran kali ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Hanya saja mungkin, masa libur lebarannya kurang lama hehee. Karena pemerintah memindahkan waktu untuk cuti bersamanya di akhir tahun. Tapi  lagi-lagi, saya masih bersyukur karena masih bisa berkumpul bersama keluarga dan masih bisa menikmati kebersamaan ini.

Disaat orang-orang tidak bisa pulang kampung, saya malah masih tetap bisa mudik ke kampung halaman. Hal ini sepintas membuat para pembaca tercengang, kenapa saya masih bisa pulang di saat pandemi begini. Tentunya saya mengikuti protokol kesehatan yang dicontohkan oleh kementerian kesehatan berkaitan dengan pencegahan penularan virus Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri ketika bepergian. Juga kendaraan yang saya tumpangi, sistemnya sudah mengikuti standar prosedur dari pemerintah terkait kebijakan mengenai kendaraan berpenumpang yang harus ada space tempat untuk jaga jarak agar tidak tertular satu sama lain.

By : Ludi